Diduga Langgar UU Penerbangan, AirAsia Janji Kooperatif dengan Polisi

7 Jan

QZ

Direktur Safety and Security AirAsia Indonesia Kapten Ahmad Sadikin mengatakan, AirAsia akan kooperatif jika Polri hendak menelusuri dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan yang dilakukan korporasinya.”Iya, iya. Pasti kooperatif,” ujar Ahmad seusai konferensi pers di kompleks Mapolda Jawa Timur, Senin (5/1/2014) sore.

Soal dugaan pelanggaran UU Penerbangan itu sendiri, Ahmad enggan berkomentar lebih jauh. Jika memang menyangkut kasus hukum, dia menyerahkannya ke pihak berwenang, yakni kepolisian.Sebelumnya, Kapolri Jenderal Sutarman mengatakan bahwa Polri sudah membentuk tim penyidik untuk ikut serta menyelidiki kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501.

“Kami sudah kirim tim penyidik mendukung penyelidikan yang dipegang oleh KNKT untuk menelusuri pelanggaran yang dilakukan,” ujar Kapolri Jenderal Sutarman di kompleks Mapolda Jawa Timur, Senin (5/1/2014) siang.Sutarman mengatakan, tim penyidik Polri itu sudah mulai bekerja beberapa hari setelah pesawat dinyatakan hilang. Hal yang tengah ditelusuri oleh tim tersebut, lanjut Sutarman, adalah administrasi dan segala hal sebagai syarat penerbangan AirAsia dengan penerbangan QZ8501 itu.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sendiri telah membekukan izin terbang AirAsia rute Surabaya-Singapura. Pembekuan ini berlaku sejak 2 Januari 2015. Pemberian sanksi terkait pelanggaran waktu operasional AirAsia rute Surabaya-Singapura.Berdasarkan surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara No AU.008/30/6/DRJU.DAU-2014 tanggal 24 Oktober 2014 perihal izin penerbangan luar negeri periode winter 2014/2015, rute Surabaya-Singapura yang diberikan kepada Indonesia AirAsia adalah hari Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu.

nasional.kompas.com

Namun, informasi mengenai pelanggaran waktu operasional dibantah AirAsia. Direktur Safety and Security AirAsia Indonesia Kapten Ahmad Sadikin menegaskan, AirAsia tak pernah mengoperasikan rute tanpa izin.

“Kalau kami tidak punya izin, kami tidak mungkin terbang,” kata Sadikin di posko antemortem, Mapolda Jawa Timur, Jumat (2/1/2015).

Maskapai Arab Saudi akan Pisahkan Kursi Penumpang Pria dan Wanita

4 Jan

SA

Sejumlah maskapai penerbangan asal Arab Saudi berencana memisahkan tempat duduk antara pria dan wanita di dalam penerbangan. Rencana ini menyusul komplain dari sejumlah penumpang yang tidak ingin istri-istri mereka duduk berdampingan dengan pria asing, kecuali jika pria itu adalah kerabatnya.

Arab Saudi memang menjadi salah satu negara yang menerapkan hukum islam dengan sangat ketat. Di dalam penerbangan misalnya, sebelum pesawat lepas landas penumpang diajak untuk berdoa. Di penerbangan internasional jarak jauh yang dioperasikan dengan pesawat besar, kabin pesawat dilengkapi dengan ruangan khusus untuk shalat.

Selain itu, makanan dan minuman yang disajikan dalam penerbangan maskapai Arab Saudi juga dipastikan halal, dan perusahaan tidak menyediakan minuman yang mengandung alkohol. Media hiburan yang ada di dalam penerbangan juga tidak menampilkan konten yang mengandung unsur pornografi atau konten dewasa.

indo-aviation

Musibah Air Asia, Diduga Ada Pelanggaran Prosedur

3 Jan

QZ

Ada dugaan baru seputar kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501. Berdasarkan penelusuran Tempo, setidaknya tiga kejanggalan muncul dalam tragedi di rute Surabaya-Singapura itu. Kejanggalan itu mengarah pada dugaan pelanggaran prosedur.

Kejanggalan itu menyangkut tidak diambilnya dokumen cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga komunikasi pilot dengan menara pengawas udara (ATC).

Kepala BMKG Andi Eka Sakya dalam suratnya yang ditujukan kepada Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pada 31 Desember menyebut, “AirAsia baru mengambil bahan informasi cuaca pada jam 07.00 WIB sesudah terjadi lost contact QZ8501 dan bukan sebelum take off.” Data cuaca itu merupakan bagian dari prosedur standar penerbangan internasional yang tak boleh dilewatkan.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Juanda Bambang Setiajid membenarkan soal keterlambatan Air Asia QZ8501 tersebut. Dalam catatan log book BMKG yang diterima Tempo dari seorang pejabat di pemerintahan itu, tak ada catatan pengambilan dokumen cuaca yang seharusnya diambil pada dua atau satu jam sebelum terbang pada pukul 05.36.

Kejanggalan lain terkait dengan dokumen keselamatan penerbangan. Asosiasi penerbangan Eropa pada awal Desember lalu menerbitkan peringatan agar pilot Airbus model 320 diwajibkan mempelajari petunjuk manual yang dikeluarkan perusahaan asal Eropa ini. Direktur Keselamatan Penerbangan Air Navigation Wisnu Darjono mengatakan tak yakin pilot Air Asia sempat membawa buku panduan terbaru tersebut. “Normalnya itu dibawa pilot,” kata dia.

Panduan tersebut, kata Wisnu, mestinya langsung diadopsi seluruh maskapai yang menggunakan pesawat jenis yang dimaksud. Panduan itu juga akan diadopsi oleh Kementerian Perhubungan sebagai panduan operasi penerbangan. “Saya belum tahu apakah itu sudah masuk dalam regulasi. Saya rasa belum,” ujarnya.

Keganjilan lain terkait dengan percakapan pilot Irianto dengan petugas Air Traffic Control ketika meminta izin menggeser rute terbang dan naik ke ketinggian 38 ribu kaki pada pukul 06.12. Wisnu mengatakan pilot tak menyebutkan soal cuaca dalam permintaan itu. Tapi pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Djoko Murjatmojo dalam jumpa pers 28 Desember lalu, mengatakan, “Pilot meminta geser ke kiri untuk menghindari awan.”

Pihak Air Asia belum memberi konfirmasi ihwal absennya dokumen cuaca dan keselamatan dalam penerbangan Air Asia QZ8501. Presiden Direktur Air Asia Indonesia Sunu Widyatmo kotak menjawab telepon ketika dihubungi kemarin.

sumber :tempo.co

Beli Tiket Pesawat Domestik Kini Termasuk Pajak Bandara

2 Jan

airpot

Pemesanan tiket penerbangan domestik per 1 Januari 2015 sudah termasuk dengan pajak bandara atau passenger service charge.”Program tersebut akan memudahkan penumpang dan mengurangi adanya check point sebelum mereka terbang,” kata Co-General Manajer PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, I Gusti Ngurah Ardita di Denpasar, Jumat (2/1/2014).

Dia menjelaskan kebijakan itu hanya berlaku bagi rute maskapai penerbangan domestik.Kebijakan itu terhitung mulai 1 Januari 2015 untuk reservasi tiket pesawat akan digabungkan dengan biaya passenger service charge(PSC) pada tiket masing-masing maskapai penerbangan domestik itu.

“Namun pemesanan mulai Januari 2015 itu baru bisa diimplementasikan untuk penggabungan PSC pada tiket mulai Maret 2015 dan seterusnya,” katanya.Untuk diketahui, PSC untuk penumpang rute domestik, lanjut Ardita, di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai dikenakan biaya sebesar Rp75.000 sedangkan untuk penumpang rute internasional dikenakan biaya Rp200.000.Program serupa juga akan dilakukan di Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo. Staf Humas Bandara Juanda Surya Eka mengatakan penyatuan PSC pada reservasi tiket per 1 Januari berlaku untuk penerbangan Maret.

semarang.bisnis

Diduga Gunakan Narkoba, Pilot AirAsia Diamankan di Bandara Ngurah Rai

2 Jan

airasia

Seorang Pilot AirAsia diamankan petugas kementerian perhubungan (Kemenhub) di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Pilot berinisial FI itu diamankan setelah menerbangkan pesawat AirAsia QZ7510 tujuan Jakarta-Bali.”Pilot berinisial FI diduga positif gunakan narkoba jenis morfin,” kata staf khusus Menteri Perhubungan Hadi M Djuraid saat dihubungi okezone, Kamis (1/1/2015).

Hadi mengatakan, temuan tersebut diperoleh setelah pemeriksaan urine yang dilakukan tim Balai Kesehatan Penerbangan dan Tim Direktorat Kelaikan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub, di Bandara Ngurah Rai pagi tadi. “Pemeriksaan dilakukan sesaat setelah yang bersangkutan mendarat,” katanya.

Dikatakan Hadi, semula yang bersangkutan akan kembali terbang ke Jakarta pada pukul 09.20 WIB dengan penerbangan QZ7511. “Atas temuan tersebut Pilot FI dilarang terbang dan akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Balai Kesehatan Penerbangan Kemenhub di Jakarta. Sekarang sudah dibawa ke Jakarta,” katanya.

news.okezone

Lagi, AirAsia Tergelincir di Filipina

31 Des

airasia

Pesawat AirAsia Z2272 jenis Airbus A320 dengan rute Manila ke Bandara Internasional Kalibo, dekat kawasan turis Boracay, dilaporkan tergelincir hingga melewati landasan pacu pada Selasa (30/12/2014) sore. Tak ada korban dalam insiden ini.

Akibatnya, tangga darurat di pesawat tersebut dibuka sehingga penumpang dapat segera turun. Seorang penumpang AirAsia Z2272, Jet Damazo-Santos, melaporkan insiden ini. “Baru saja mendarat di Kalibo dengan pesawat AirAsia yang tergelincir melewati landasan pacu,” kata Jet melalui akun Twitter-nya, @Jetdsantos, Selasa, seusai dilansir The Strait Times.

Ia mengatakan, insiden ini dipicu oleh badai tropis Seniang yang datang secara tiba-tiba di wilayah tersebut.”Mesin (pesawat) segera dimatikan. Kami diminta meninggalkan barang bawaan dan secepatnya meninggalkan pesawat. Truk pemadam kebakaran telah menunggu. Terlihat (insiden) ditangani dengan baik,” tambah Jet.

Pesawat ini dijadwalkan berangkat pukul 16.15, tetapi tertunda selama dua jam akibat cuaca buruk.Insiden ini merupakan yang kedua kalinya dalam 48 jam di Filipina. Sebelumnya, AirAsia sempat mengalami masalah di roda saat berada di kota Tagbilaran, Bohol, Minggu (28/12/2014), sehingga penerbangan dibatalkan.

Hal ini juga terjadi di tengah-tengah insiden mematikan AirAsia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata. Pesawat ini membawa 162 orang, terdiri dari 155 penumpang (138 orang dewasa, 16 anak, 1 bayi) serta 2 pilot dan 5 kru kabin.
Pesawat berangkat dari Surabaya, Sabtu (28/12/2014) pukul 05.20 pagi, dan seharusnya sampai di Singapura pukul 08.30 waktu setempat atau pukul 07.30 WIB.

internasional.kompas

Lokasi dan Penyebab Hilangnya Air Asia QZ 8501

29 Des

airasia

Pesawat Airbus A320-200 milik maskapai Air Asia Indonesia hilang kontak tadi Ahad pagi tadi 28 Desember 2014 dalam perjalanan menuju Singapura dari Surabaya. Pesawat dengan kode terbang QZ-8501 itu dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Changi Singapura pukul 08.30 waktu setempat setelah take off dari Surabaya pukul 05.20 wib. Namun, sampai kini pihak Angkasa Pura belum memastikan pesawat tersebut jatuh atau hilang.

Pesawat beregistrasi PK-AXC tersebut mengangkut 155 penumpang (138 dewasa, 16 anak dan seorang bayi) dan 7 orang kru. Di antara penumpang itu ada 1 warga negara Jerman, 1 warga Singapura, 1 warga Malaysia dan 3 warga Korea Selatan. Pesawat ini dipiloti Iriyanto dibantu dengan seorang kopilot asal Perancis dan 5 orang kru lain termasuk enginer.

Pesawat hilang kontak pukul 06.17 WIB sedang menuju ketinggian 38.000 kaki. Saat itu terakhir pilot melaporkan kepada ATC Bandara Soeta Jakarta bahwa pesawat akan menghindari awan tebal di ketinggian 32.000 kaki dan meminta izin untuk menaikkan ketinggian ke 38.000 kaki, ungkap Plt Dirjen Perhubungan Udara Joko Murdjatmojo seperti yang dilaporkan oleh http://www.kompas.com. Lebih lanjut Joko menjelaskan bahwa, “Posisi terakhir saat hilang kontak di antara Tanjung Pandan dan Pontianak, kalau dari Tanjung Pandan itu ke arah timur selatan dikit. Posisi saat ini kita masih belum tahu selain pagi tadi jam 06.17 WIB kita hilang kontak,” ucap Plt Dirjen Perhubungan Udara Djoko Murjatmodjo saat konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Minggu (28/12/2014).

Sebagaimana dikutip http://www.straitstimes.com menurut Hadi Musthafa Djuraid staf Menteri Perhubungan pesawat itu tidak pada rute yang dilewati pada saat hilang kontak, tapi ia tak menjelaskan secara detail keterangannya itu.“Cuaca tidak bagus –buruk di lokasi terakhir hilang kontak. Kami baru saja menerima laporan cuaca dari Badan Meteorologi, Geofisika dan Klimatologi. Tatang Zainudin dari Tim SAR membenarkan keterangan Hadi. Pilot diperkirakan menghadapi situasu cuaca ekstrem di wilayah itu.

Maskapai Air Asia telah menkonfirmasi hilangnya pesawat itu dan segera membentuk tim pencari untuk melacak dimana pesawat itu kini berada. Terakhir kontak hilang itu berada pada koordinat 025310 Selatan 109300 Timur, 120 derajat arah tenggara Pulau Belitung. Tim SAR fokus pada lokasi komunikasi terakhir itu.

Juru bicara TNI-AU Marsma Hadi Tjahyanto mengkonfirmasi bahwa angkatan udara mencari di lokasi hilangnya kontak. Radar AU mencatat cuaca sedang berawan di lokasi saat hilangnya kontak.Pihak angkatan udara Singapura (RSAF) juga memberangkatkan C-130 untuk mencari pesawat yang hilang itu seperti yang ditulis oleh Sydney Morning Herald yang dikutip http://www.straitstimes.com.

Pihak Air Asia membuka call center terkait hilangnya pesawat itu di +62 21 98 50 801. Keluarga penumpang saat ini mulai berdatangan ke Posko crisis center di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda Surabaya.Tampak sejumlah anggota keluarga menangis sesenggukan. Salah seorang keluarga penumpang, Maria, menanyakan kondisi suaminya yang terbang ke Singapura bersama empat orang temannya.

metro.kompasiana