Hal yang menyebabkan Harga Tiket Lebaran Naik

7 Agu

antrian penumpang di bandara soekarno hatta

Kementerian Perhubungan meminta masyarakat tidak terburu-buru menganggap angkutan umum melanggar aturan tarif batas atas, hanya karena harganya melonjak selama masa mudik.

Salah satu yang kerap mendapat keluhan adalah layanan angkutan udara. Banyak penumpang menganggap beberapa maskapai lebih dari 100 persen menaikkan tarif.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Harry Bakti menyatakan, kenaikan harga sangat wajar. Sebab maskapai kelas full service, medium service, maupun no frills, diperbolehkan menaikkan harga tiket. Hanya tiket pesawat kelas bisnis yang diberi keleluasaan naik tanpa mempertimbangkan batas atas.

Dari pantauannya, belum ada maskapai yang melanggar batas atas tarif, sesuai jarak tempuh.

“Kami selalu melakukan pengecekan apabila ada laporan, dan biasanya memang sebagian besar masih di bawah batas atas,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (5/8).

Dari data Kemenhub, sangat biasa jika maskapai menaikkan harga di musim ramai hingga 5 kali lipat. Selama kenaikan dilakukan sesuai porsi penerimaan manajemen.

“Misalnya pendapatan dipatok Rp 900 ribu di musim sepi, tiket dijual Rp 300 hingga 500 ribu. Ketika peak season harga naik bisa 4 sampai 5 kali lipat tapi itu tidak melampaui batas atas,” kata Harry.

Pada musim angkutan lebaran tahun ini sudah ada 8 maskapai yang mengajukan penerbangan tambahan (extra flight) untuk rute penerbangan dalam negeri, serta 10 maskapai untuk penerbangan luar negeri.

Total kursi tambahan untuk rute dalam negeri maupun internasional yang telah diajukan maskapai ke Kemenhub mencapai 328.850 kursi, mencakup 1.004 frekuensi penerbangan.

Penambahan frekuensi ini meningkat 15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Maskapai Domestik yang telah mengajukan extra flight untuk rute dalam negeri yakni Citilink Indonesia, Sriwijaya Air, Garuda Indonesia, Lion, Merpati Nusantara, Sky Aviation, Transnusa serta Trigana Air.

Sementara untuk Rute Internasional, maskapai yang meminta tambahan penerbangan adalah Malaysia Airlines, AirAsia Berhad, Cathay Pacific, Eva Air, Silk Air, Singapore Airlines, Cebu Pacific, AirAsia Indonesia, Garuda Indonesia serta China Airlines.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: