Pengalihan Bandara Soetta ke Halim Perdanakusuma

20 Nov

Mulai Januari 2014, aktivitas di Bandara Halim Perdanakusuma diyakini bakal lebih ramai dibanding saat ini. Sebab, sebagian penerbangan komersil yang semula di Bandara Soekarno-Hatta, akan dipindah ke Bandara Halim.

Setidaknya, dalam sehari ada 60-80 penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta yang nantinya hijrah ke Bandara Halim. Keputusan ini diambil dengan satu alasan dan pertimbangan, Bandara Soekarno Hatta sudah sangat padat dan terlalu sibuk. Saking sibuknya, bandara ini didaulat menjadi bandara tersibuk nomor 9 di dunia.

Dari tahun ke tahun, jumlah penerbangan yang dilayani Bandara Soekarno Hatta terus meningkat. Pada 2009, bandara ini mencatat jumlah 212.000 penerbangan. Jumlah ini melonjak tajam menjadi 309.000 penerbangan sepanjang 2010 dan terus bertambah hingga 345.000 dan 381.000 di tahun 2011 dan 2012.

“Ibarat bak berisi air, itu air sudah meluap,” ujar pengamat penerbangan Alvin Lie kepada merdeka.com, Selasa (19/11) malam.

Berangkat dari kondisi itu, Bandara Soekarno-Hatta memang harus diselamatkan. Tidak ada jalan selain mengurangi beban dan kesibukan di bandara Cengkareng. Keputusan pemerintah dan otoritas bandara mengalihkan beberapa penerbangan ke Bandara Halim bukan keputusan ideal.

“Tidak ideal tapi pemerintah tidak punya pilihan lain,” ucap Alvin.

Diakuinya, pengalihan ini sebagai langkah jangka pendek pemerintah. Meskipun kondisi infrastruktur Bandara Halim Perdanakusuma tidak seperti Soekarno-Hatta, pemindahan ini tidak terhindarkan.

“Pemindahan ini adalah langkah darurat, sifatnya harus sementara sambil menunggu pengembangan Bandara Soekarno Hatta dan pembangunan bandara lain,” imbuhnya.

Bandara Halim Perdanakusuma sudah memiliki sertifikasi internasional. Dengan kata lain, pengalihan penerbangan ke bandara ini bukan tanpa pertimbangan. Faktor keselamatan penerbangan pun terjamin. Meski berada di tengah kota, tidak serta merta memiliki risiko tinggi dalam penerbangan.

“Banyak bandara di negara-negara lain yang juga di tengah-tengah kota. Halim tidak masalah, termasuk dari unsur keselamatan penerbangan,” paparnya.

Catatannya, dengan terbatasnya infrastruktur di Bandara Halim, maka jumlah penerbangan di bandara ini tetap harus dibatasi. “Baik dari jumlah maskapai dan jumlah rute serta jadwal penerbangan,” katanya.

Hal lain yang juga tidak kalah penting, akses bagi penumpang yang ingin melanjutkan penerbangannya ke tujuan lain, namun itu hanya bisa dilakukan dari Bandara Soekarno Hatta.

“Misalnya ada penumpang dari daerah dengan tujuan Jakarta. Turun di Halim, tapi ternyata perlu melanjutkan penerbangan ke luar negeri yang hanya bisa dari Soekarno Hatta. Itu yang harus dipikirkan,” tutupnya.

http://www.merdeka.com/uang/pemerintah-tak-punya-pilihan-selain-alihkan-penerbangan-ke-halim.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: