Ada Kejanggalan Saat Pesawat Berhenti

23 Nov

Ada Kejanggalan Saat Pesawat Berhenti

SLEMAN – Peristiwa hampir bertabrakannya pesawat di landasan Bandara Adisutjipto Yogyakarta, disebabkan pesawat Air Asia telah keluar dari ‘holding point’ atau batas menuju runway. Padahal petugas dari kontrol bandara telah menginformasikan agar Air Asia tetap di ‘holding point’ dikarenakan Batik Air akan melakukan pendaratan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Adisutjipto Yogyakarta Kolonel Penerbang Wahyu Anggono kepada KRjogja.com, Kamis (21/11/2013).
Menurut Wahyu yang ketika peristiwa terjadi kebetulan berada didalam pesawat Batik Air mengungkapkan, posisi Air Asia meskipun telah keluar dari holding point masih safety. Hanya saja diluar prosedur dan sudah melebihi aturan.
“Jadi ada batasannya, yakni garis kuning. Kebetulan ujung pesawat Air Asia sudah keluar dari garis kuning. Padahal disaat yang bersamaan, Batik Air telah mendarat. Pilot Batik Air yang melihat posisi Air Asia sudah keluar garis melakukan antisipasi dengan memaksimalkan rem sehingga berhenti ditengah landasan. Sedangkan untuk Batik Air sudah sesuai prosedur dan memang waktunya landing,” katanya.
Wahyu menjelaskan ketika berhenti, jarak antar kedua pesawat sekitar 15 meter. Jadi, seandainya polit Batik Air memutuskan tidak berhenti di tengah landasan, sebenarnya kecil kemungkinan terjadi benturan. Namun guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya pilot Batik Air memutuskan untuk memaksimalkan rem dan memberhentikan pesawat di tengah landasan.
“Jika sesuai prosedur pesawat diharuskan mengerem secara perlahan. Setidaknya berhenti di ujung landasan. Pilot Batik Air jelas tidak ingin ada hal buruk yang terjadi dalam kondisi tersebut. Jika dilihat dari situasinya memang kesalahan ada pada pilot Air Asia yang tidak memperhatikan perintah dari kontrol untuk tetap berada di holding point,” urainya.
Usai berhenti dit engah landasan, kedua pesawat akhirnya memarkir di posisinya masing-masing.Namun, melihat ada kejanggalan ketika pesawat berhenti ditengah landasan. Dia lalu memanggil kedua pilot.
Dalam pertemuan tersebut, didengar rekaman perintah dari kontrol. Memang, awalnya pilot Batik Air menyalahkan petugas kontrol kenapa Air Asia bisa melewati batas holding point. Sedangkan pilot Air Asia berdalih telah diberi izin untuk menuju runway. “Begitu rekaman didengar bersama, pilot Air Asia menyadari kesalahannya,” ungkapnya.
Wahyu menambahkan ke depan jelas semua pilot harus benar-benar memperhatikan perintah dari petugas kontrol. Sebab, jika saja pilot Batik Air tetap melajukan pesawat dan tidak lurus benar. Bisa saja kedua pesawat bersenggolan. Tentu akibatnya bisa fatal. (krjogja.com/Awh)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: