Penerbangan Asing Kurangi Kerugian Bandara Lombok

23 Nov

MATARAM-PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Internasional Lombok (BIL) mengklaim, kehadiran maskapai penerbangan asing yang terus bertambah, cukup signifikan dalam mengurangi kerugian pengelolaan bandara di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Semakin banyak penerbangan asing ke Lombok, maka kerugian kami semakin berkurang dan diharapkan penerbangan asing terus bertambah agar bisa meraih keuntungan,” kata Manager Operasional dan Teknik PT AP I BIL Adhi Utomo, di Mataram.

Ia mengatakan, saat ini sudah ada tiga maskapai penerbangan asing yang melayani rute penerbangan ke Lombok, yakni Silk Air, AirAsia, dan Jetstar.

Silk Air melayani rute penerbangan Singapura-Lombok, AirAsia melayani penerbangan Kualalumpur-Lombok, dan Jetstar melayani penerbangan Perth (Australia)-Lombok.

“Mulai besok (22 November 2013), Tiger Airways melayani penerbangan Singapura-Lombok, sehingga nantinya ada empat penerbangan asing yang menyinggahi Bandara Lombok,” ujarnya.

Adhi pun berharap, maskapai penerbangan Chatay Pacifik segera menyinggahi BIL, untuk rute penerbangan langsung Hong kong-Lombok.

Dia pun berharap maskapai penerbangan dalam negeri (domestik) juga meningkatkan frekuensi penerbangan ke BIL, agar pendapatan PT Angkasa Pura I BIL semakin signifikan dan diharapkan meraih keuntungan paling cepat pada 2015.

Penerbangan domestik rute BIL seperti Garuda Indonesia, Merpati, Lion Air, Wings Air, Adam Air, Trigana Air, dan Travira.

Hingga kini, manajemen PT Angkasa Pura I BIL masih merugi, dan kerugian itu terjadi semenjak mengoperasikan Bandara Internasional Selaparang Mataram, sampai 30 September 2011, dan untuk selanjutnya mengoperasikan Bandara Internasional Lombok, mulai 1 Oktober 2011.

Dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA) 2011, laba operasional Bandara Selaparang Mataram terhitung Januari hingga September mencapai Rp4 miliar lebih.

Setelah pindah ke BIL untuk operasional tiga bulan yakni Oktober hingga Desember 2011, terjadi kerugian sebesar Rp6 miliar lebih, karena ada penyusutan nilai aset sebagai akibat dari biaya operasional dan pemeliharaan yang mencapai Rp2,8 miliar/bulan atau meningkat 200 hingga 300 persen jika dibandingkan dengan operasional Bandara Selaparang.

Selanjutnya, dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2012, operasional BIL diprediksi masih merugi sebesar Rp29,12 miliar lebih dengan asumsi biaya operasional dan pemeliharaan aset mencapai Rp2,8 miliar/bulan.

Prediksi nilai kerugian masih mencapai Rp29,12 miliar di 2012, meskipun asumsi optimalisasi pendapatan mencapai Rp62 miliar lebih atau ada peningkatan sebesar Rp47 miliar jika dibandingkan dengan 2011.

Prediksi kerugian juga diyakini terjadi di 2013, meskipun ada pengurangan akibat bertambahnya maskapai penerbangan asing yang menyinggahi BIL.

Adhi mengatakan, optimalisasi pendapatan akan terus dilakukan, hingga dapat meraih keuntungan yang antara lain bersumber dari penghematan anggaran dan optimalisasi potensi pendapatan.

Menurut dia, dengan penghematan anggaran operasional dan biaya pemeliharaan akan mengurangi kerugian, dan dengan mengotimalkan pemasukan dari sewa ruangan dalam terminal bandara, dan lahan yang belum diberdayakan, akan menghasilkan pendapatan yang signifikan.

Selain itu, sumber pendapatan dari “airport tax” atau penyumbang Pelayanan Jasa Penumpang Udara (PJPU) yang mencapai 14 persen dari total pendapatan. Nilai “airport tax” masih Rp25 ribu/orang.

BIL berada pada kawasan seluas 551 hektare, memiliki landasan pacu 2.750 meter x 40 meter persegi, sehingga mampu didarati pesawat Air Bus 330 atau Boeing 767 dan dapat menampung 10 unit pesawat.

Berbeda dengan Bandara Selaparang Mataram yang luas arealnya hanya 28.881 meter persegi. Terminal penumpang BIL seluas 21 ribu meter persegi, atau empat kali lipat lebih luas terminal Bandara Selaparang Mataram yang hanya 4.796 meter persegi.

Kapasitas tampung terminal penumpang BIL mencapai tiga juta setahun, dengan luas areal parkir 17.500 meter persegi. Berbeda dengan Bandara Selaparang Mataram yang hanya 7.334 meter persegi.(ant/hrb)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: