Pilot Sengaja Jatuhkan Pesawat Penumpang di Mozambiq

23 Des
Pesawat milik Maskapai Mozambican Airlines terjatuh pada 29 November 2013 dan menewaskan seluruh 33 orang di dalamnya. Penyelidikan awal mengindikasikan pilot sengaja menjatuhkan pesawatnya sendiri.

Pemyelidikan atas kecelakaan pesawat penumpang November lalu yang menewaskan 33 orang mengungkap fakta yang sangat mengejutkan ,bahwa sang pilot sengaja menjatuhkan pesawat itu ,menurut seorang pejabat penerbangan setempat.

Pesawat milik Mozambican Airlines itu dalam perjalanan menuju Angola dengan enam awak pesawat dan 27 penumpang, termasuk 10 asal Mozambiq, sembilan dari Angola, lima warga Portugis, dan masing-masing satu penumpang berkebangsaan Prancis, Brasil dan China, menurut manifes dari maskapai.

Pesawat terjatuh pada 29 November di taman nasional Namibia dekat perbatasan Angola.

“Ada kesengajaan untuk menjatuhkan pesawat,” kata Joao Abreu, kepala Institut Penerbangan Sipil Mozambiq akhir pekan kemarin setelah mengumpulkan rekaman dan dilakukannya penyelidikan awal.

Motif pilot belum diketahui dan penyelidikan masih terus berlangsung, ujarnya, sembari menambahkan nama pilot adalah Herminio dos Santos Fernandes. Ketika peristiwa itu terjadi, co-pilot sedang di luar kokpit izin ke toilet.

Data radar menunjukkan ketika dalam posisi wajib lapor di wilayah utara Botswana, pesawat tiba-tiba melambat dengan drastis. Sebelum itu, pergerakan pesawat normal saja dan tidak ada kerusakan mekanik, ujarnya.

Alat pemilih ketinggian kemudian diubah tiga kali secara manual, sehingga ketinggian pesawat langsung merosot dari 38.000 kaki menjadi 592 kaki, kata Abreu yang membacakan hasil penyelidikan awal itu ke wartawan.

Sinyal alarm tinggi-rendah pesawat bisa terdengar dari rekaman, bersama suara gedoran berulang-ulang di pintu kokpit, kata dia. Laporan investigasi tidak menyebutkan siapa yang menggedor pintu, namun Abreu menegaskan co-pilot tidak berada di dalam kokpit ketika kecelakaan terjadi dan tidak ikut bertanggung jawab. Data rekaman di kotak hitam ditemukan masih utuh dan dikirim ke Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat untuk dibuka dan ditranskrip.

Indikator lain menunjukkan pengoperasian manual pesawat dilakukan sebelum kecelakaan, dan “semua pengoperasian ini membutuhkan pengetahuan yang detail tentang sistem kendali pesawat, sehingga jelas menunjukkan ada kesengajaan untuk menjatuhkan pesawat,” kata Abreu.

Menara kontrol kehilangan kontak radar dan suara, lalu melakukan operasi pencarian. Reruntuhan pesawat ditemukan beberapa hari kemudian.

beritasatu.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: