Pengguna Jasa Penerbangan Diminta Jangan Takut Menggugat

16 Jan

Image

Konsumen atau pengguna jasa angkutan udara di Indonesia makin sering mengeluhkan pelayanan maskapai penerbangan terutama penundaan (delay) jadwal penerbangan dengan berbagai alasan klasik.

Sementara, petugas maskapai penerbangan itu umumnya dengan “santai” seolah tanpa beban, memberikan informasi kepada konsumen bahwa penerbangan mengalami keterlambatan beberapa menit hingga satu jam lebih tanpa memberikan kompensasi apa pun.

Namun sebaliknya, saat konsumen yang telah mengantongi tiket dan mengalami keterlambatan melakukan pelaporan keberangkatan di loket “check in” hanya hitungan menit, akan langsung dieksekusi tidak bisa dilayani lagi, bahkan tiketnya tidak bisa digunakan alias hangus.

Menanggapi permasalahan keterlambatan itu, Wakil Presiden Boediono pun membahasnya dalam rapat evaluasi infrastruktur perhubungan udara, di Jakarta, Kamis (9/1).

Wapres Boediono dalam rapat itu mengatakan bahwa keluhan masyarakat soal keterlambatan yang terjadi dalam penerbangan di tanah air menjadi perhatian penuh pemerintah untuk segera membenahi pengelolaan dan fasilitas di bandara tersebut.

“Pembenahan itu diharapkan dapat meningkatkan pelayanan jasa angkutan udara di negeri ini yang bisa lebih baik lagi, dan keluhan masyarakat dapat diminimalkan,” kata Wapres.

Perhatian pemerintah untuk memperbaiki permasalahan keterlambatan penerbangan yang sering dikeluhkan oleh masyarakat merupakan hal yang perlu diapresiasi dan didukung semua pihak.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Sumatera Selatan Hibzon Firdaus SH menyatakan, perhatian pemerintah atas permasalahan yang dikeluhkan oleh masyarakat itu patut diapresiasi, dan pihaknya akan terus berupaya mengawal hak-hak konsumen maskapai penerbangan.

Guna mencegah agar masyarakat tidak selalu dirugikan, selaku konsumen diimbau jangan takut melapor atau melakukan gugatan saat merasa dirugikan oleh pihak perusahaan penyedia jasa angkutan udara atau maskapai penerbangan.

Akibat kurang peduli masyarakat yang enggan atau masih takut menggugat maskapai penerbangan yang telah melakukan pelanggaran UU Perlindungan Konsumen, hingga kini perusahaan penyedia jasa angkutan udara yang jelas-jelas telah merugikan konsumen terkesan dibiarkan saja, katanya lagi.

Selain perlu terus didorong masyarakat selaku konsumen untuk berani melakukan gugatan, instansi pemerintah yang berwenang harus proaktif menertibkan atau memberikan sanksi kepada maskapai penerbangan yang beroperasi tidak sesuai ketentuan, kata Hibzon pula.

Advokasi Konsumen Yayasan Lembaga Konsumen Sumsel menurut dia, siap mengadvokasi masyarakat setempat yang menjadi pengguna jasa angkutan udara atau konsumen maskapai penerbangan yang merasa mendapatkan pelayanan kurang baik.

“Akhir-akhir ini pengguna jasa maskapai penerbangan sering dirugikan karena terjadi penundaan pemberangkatan di luar batas normal dan tidak mendapatkan kompensasi apa pun, serta para konsumen itu umumnya tiketnya akan dihanguskan karena terlambat melapor ke petugas loket check in,” ujar Hibzon lagi.

beritasatu.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: