Layanan Umroh & Haji Lebih Berkualitas di Terminal I Bandara Juanda

4 Mei

Image

Angkasa Pura Airport menyatakan siap mengoperasikan pelayanan khusus untuk penerbangan serta jamaah umroh dan haji di Terminal I Bandara Juanda, Surabaya. Operasionalnya menunggu kesiapan Imigrasi serta Bea Cukai.

General Manager  Bandara Juanda, Trikora Harjo, mengemukakan penerbangan umroh dan haji lebih efisien dan efektif dilayani secara khusus di Terminal I karena selain terminalnya lebih memadai, juga memiliki areal parking stand pesawat berbadan besar. Dengan demikian, pelayanan kepada jamaah dan penerbangan umroh akan lebih baik lagi.

Selama ini, dia mengemukakan pelayanan untuk umroh dan haji dilaksanakan di Terminal II. “Jamaah umroh dan haji berbaur dengan penumpang pesawat internasional lainnya. Tidak ada pelayanan khusus. Belum lagi area parkir pesawat tidak cukup lagi untuk untuk pesawat berbadan lebar,” jelasnya kepada beritatrans.com, Sabtu (3/5/2014) malam.

Padahal laju pertumbuhan jamaah haji dan umroh itu begitu tinggi. Data di Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperlihatkan setiap tahun setiap sekitar 700.000 – 800.000 jamaah umroh dari provinsi tersebut. Pertumbuhan itu mendorong maskapai asal Arab Saudi, Flynas, membuka rute Surabaya – Jeddah. Sebelumnya hanya Garuda Indonesia yang melayani rute tersebut. “Selama ini, jadwal Garuda tiga kali seminggu, sedangkan Flynas dua kali seminggu,” ungkapnya.

Karena keterbatasan pelayanan umroh di terminal II, dia mengemukakan banyak jamaah umroh dari Jawa Timur memilh terbang dulu menggunakan pesawat domestik ke Bandara Soekarno – Hatta, lalu melanjutkan terbang ke Arab Saudi. “Padahal kalau di Terminal I, penerbangan umroh bisa lebih banyak lagi. dengan demikian, jamaah umroh dari Jawa Timur, bisa ditampung dan tidak perlu ke Bandara Soekarno – Hatta dulu untuk terbang ke Arab Saudi,” cetus Trikora Harjo. 

Berbasis kepada keinginan meningkatkan kualitas pelayanan kepada penumpang dan pesawat umroh serta haji melalui penyediaan layanan khusus di Terminal I itu, dia menuturkan Angkasa Pura Airport telah memohon kepada Ditjen Imigrasi dan Ditjen Bea Cukai untuk menyiapkan personel. Namun sejauh ini, belum ada respon dari kedua instansi itu untuk bersedia memenuhi permintaan tersebut.

“Mungkin karena keterbatasan personel sehingga permintaan kami belum dapat segera dipenuhi. Namun kami yakin tinggal tunggu waktu saja. Yang pasti, kami siap untuk mengoperasikan layanan khusus tersebut.  Tempat, personel dan peralatan apapun yang dibutuhkan untuk pelayanan khusus itu, sudah tersedia,” tegasnya,

beritatrans

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: