Sampingan 8 Jun

Image

AirAsia X mengalami kerugian sebesar RM 11,3 juta di kuartal pertama tahun ini. Namun, maskapai penerbangan berbiaya rendah yang fokus melayani rute jarak menengah dan jarak jauh ini optimis akan mendapatkan keuntungan di semester kedua tahun 2014, melihat dari meningkatnya jumlah pemesanan tiket ke depan.

Chief Executive Officer AirAsia X Azran Osman-Rani mengatakan, selain fokus dalam menggapai keuntungan, pihaknya juga akan fokus dalam mengembangkan operasinya di Thailand dan Indonesia melalui Thair AirAsia X dan Indonesia AirAsia X selama kurun waktu dua tahun mendatang.

Di Indonesia, AirAsia sedang menunggu keluarnya Air Operator Certificate (AOC) dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan selaku regulator. “Kami masih mengajukan izin AOC tahap akhir. Semoga pemerintah akan memberikan kami persetujuan pada tahun ini,” ungkap Azran Osman-Rani.

Azran menuturkan, maskapai penerbangan berbiaya rendah saat ini memiliki pangsa pasar sebesar 20 persen dalam hal penerbangan dari Indonesia ke Australia. Jumlah ini akan tumbuh menjadi 30-40 persen karena meningkatnya jumlah penumpang dari kalangan wisatawan. “Indonesia memiliki populasi yang besar. Masyakat kelas menengah saat ini mencapai 100 juta orang. Permintaan untuk perjalanan secara alami akan meningkat meskipun itu perlu waktu lima atau tujuh tahun. Kita akan melihat, itu tidak akan terjadi dalam waktu semalam,” katanya, sembari menambahkan bahwa permintaan dari kalangan kelas menengah untuk masyarakat kelas menengah sangat kuat.

indo-aviation

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: