Tak Hanya Bagasi, di Bandara Venezuela Menghirup Udara Harus Bayar!

12 Jul

bandara venezuela

Penumpang pesawat di salah satu bandara di Venezuela tak hanya harus membayar kelebihan barang bagasi saat check-in, tapi juga wajib membayar udara yang mereka hirup. Mulai 1 Juli 2014, siapapun yang berangkat dari Bandara Internasional Simon Bolivar (Maiquetia) di Caracas, Venezuela, harus membayar retribusi 127 bolivar atau sebesar US$ 18 (sekitar Rp 198.000) untuk membayar udara segar yang keluar dari mesin pendingin ruangan (AC) baru yang dipasang di bandara itu awal tahun ini. Begitu disebutkan dalam situs resmi bandara.

Manajemen Bandara mengatakan, sistem pengkondisian udara dari AC itu “menghilangkan pencemaran” dan menyuntikkan ozon ke atmosfer untuk memperbaiki lingkungan dan melindungi kesehatan penumpang.Mereka menyebutkan, sistem pengkondisian udara itu membanggakan, sebab merupakan yang pertama ada di bandara itu. Belum ada bandara manapun di Amerika Selatan dan Karibia yang memasang alat seperti itu.

“Pajak bernapas” itu harus dibayar oleh semua penumpang baik domestik dan internasional saat check-in.Ketentuan itu ternyata menimbulkan kebingungan para penumpang. Sejumlah pengguna media sosial ramai mengritik pedas peraturan baru itu.“Sementara saya masih mencium bau toilet, ternyata mereka sudah memungut 127 bolivar untuk bernapas ozon,” begitu kata seorang penumpang dalam kicauannya di Twitter.

Seorang penumpang lainnya menilai, semestinya adanya AC baru bisa menurunkan suhu di bandara itu. “Suhu Bandara Maiquetia adalah 36 derajat celcius, itu karena mendapat suntikan ozon yang membuat suhu melonjak,” ujarnya.Daniel Martinez, seorang presenter radio, berkicau tentang alat pengkondisian udara di Bandara Maiquetia itu. “Bisakah Anda menjelaskan kepada saya soal ozon di Maiquetia? Toilet saja tidak memiliki air, AC rusak, ada anjing-anjing liar di dalam bandara, tapi kini ada ozon?”

Beberapa penerbangan internasional, termasuk Air Canada dan Alitalia telah menunda dan mengurangi penerbangan ke Venezuela dalam beberapa bulan terakhir. Mereka menyalahkan Pemerintah Venezuela yang terlalu ketat mengontrol mata uang negeri itu, sehingga membuat maskapai penerbangan itu kedodoran dan kehilangan miliaran dolar.

Awal pekan ini, Menteri Transportasi Udara Venezuela Luis Caraballo Graterol dalam sebuah wawancara bersikeras bahwa Venezuela tidak memiliki utang kepada maskapai penerbangan asing.Bandara yang dibangun pada tahun 1945 itu adalah bandara hub penerbangan internasional yang melayani rute Venezuela. Saat ini, bandara itu tengah dalam perbaikan besar-besaran.

beritasatu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: