Bandara Diperluas, Nias Buka Penerbangan Langsung dari Jakarta Sampai Penang

12 Okt

pswttt

Bandara Binaka di Kabupaten Nias, Sumatera Utara (Sumut) akan dikembangkan. Salah satu pengembangan yang dikejar adalah menambah panjang dan lebar landasan pacu menjadi 2.600 meter x 60 meter.Bupati Kabupaten Nias Sokhiatulo Laoli mengatakan, dengan landasan pacu yang lebih panjang dan lebar, bandara ini bisa didarati pesawat berukuran besar. Sehingga bandara ini bisa melayani penerbangan langsung, dari dan menuju sejumlah tempat.”Kita harapkan nanti kalau sudah selesai, bandara ini bisa melayani penerbangan langsung dari Jakarta, Surabaya. Bahkan kita harapkan, bisa juga ada penerbangan dari Penang (Malaysia),” kata Laoli di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (10/10).

Sebagai gambaran, bandara yang terletak di Kecamatan Gunung Sitoli, Sumut ini memiliki landasan pacu (runway) sepanjang 1.800 meter x 30 meter. Kondisi ini dianggap tidak ideal karena hanya jenis pesawat ukuran kecil yang bisa mendarat di bandara ini.Saat ini, hanya pesawat Wings Air jenis Fokker 70, yang terbang 3 kali sehari dari Bandara Kualanamu ke Bandara Binaka. Waktu tempuhnya sekitar 50 menit.

“Jadi memang sekarang kita hanya ada penerbangan yang rutin setiap hari hanya dari Medan, dari Bandara Kualanamu,” sebut dia.Bila tidak ada aral melintang, proyek pengembangan ini akan dimulai 2015, dengan proyeksi pengerjaan fisik selama 3 tahun.”Lahan kita sudah cukup semua kita sudah punya lahan yang siap digarap 1.000 meter x 255 meter. Jadi lahan kita sudah siap.

Kita tinggal tunggu anggaran di tahun depan mungkin sekitar April 2015, setelah itu sudah bisa jalan semua. Nggak ada masalah,” pungkasnya.Pembangunan bandara ini membutuhkan dana hingga Rp 200 miliar. Dana investasi tersebut akan dialokasikan dari kombinasi dana APBN dan APBD. Untuk dana APBD, lima Kabupaten di Nias yakni Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Utara dan Kota Gunung Sitoli.

“Bandara ini akan menjadi milik bersama antara lima Kabupaten Kota, jadi nanti APBD-nya juga akan ditanggung bersama sesuai hasil kesepakatan. Jadi belum bisa dianggarkan sekarang karena kita baru akan rapat,” sebut Laoli.Sementara, dari pemerintah pusat lewat APBN, dianggarkan Rp 50 miliar-Rp 100 miliar.

“Tinggal tunggu persetujuan DPR, mungkin baru bisa dialokasikan di April 2015,” sebut dia.Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Kabupaten Nias kemaren (10.10), menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) terkait dengan pembangunan Bandar Udara Binaka di Kabupaten Nias, Sumatera Utara. Penandatanganan dilakukan oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Santoso Eddy Wibowo dan Bupati Nias Sokhiatulo Laoli.

Bandar Udara Binaka sendiri telah terdaftar di dalam keputusan Menteri Perhubungan Nomor: PM 69 Tahun 2013 tentang Kebandarudaraan.Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2012 tentang Pembangunan dan Pelestarian Lingkungan Hidup Bandara, pembangunan bandara di daerah terisolasi, rawan bencana, dan belum dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Tugas mendapat pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Pemerintah Kabupaten Nias telah menyediakan lahan serta melakukan pembangunan fasilitas darat bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.Bandara Binaka terletak di Gunungsitoli, Sumatera Utara, dengan ukuran landasan pacu 1.800 x 30 meter. Bandara kelas III tersebut dikelola oleh UPT.Pesawat F-50 merupakan kapal terbang terbesar yang bisa beroperasi di bandara tersebut.

hariansib

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: