Pengembangan Bandara Nunukan Terbentur Pembebasan Lahan

31 Okt

banadara nunukan

Rencana pengembangan Bandar Udara Nunukan hingga kini masih terkendala pada pembebasan lahan.  Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nunukan, Petrus Kanisius mengatakan,  masih ada sekitar 19,5 hektare lahan yang hingga kini belum dibebaskan. Tahun ini, direncanakan pembebasan dilakukan pada sisi darat sebelah kiri seluas sekitar dua hektare.

“Karena permintaan dari Kepala Bandara Nunukan bahwa itu segera diproses, maka dengan ketersediaan dana dari Pemerintah Daerah, dua hektare itulah yang akan dibebaskan,” ujarnya, Kamis (30/10/2014)Selain itu perlu pula dilakukan pembebasan lahan pada sisi kanan yang luasannya mencapai sekitar enam hektare dan untuk penambahan landasan pacu (runway)  seluas 11,5 hektare.

“Jadi itulah tahapan – tahapan sesuai dengan anggaran yang tersedia,” ujarnya.Dia mengatakan, rencana induk pengembangan Bandara Nunukan telah dibuat. Rencananya kegiatan itu menghabiskan anggaran sekitar Rp145 miliar.“Itu yang akan kita mintakan kepada Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Untuk bisa mendapatkan anggaran pengembangan bandara dimaksud, perlu ada kepastian pembebasan lahan.“Pembebasan lahan dulu baru Pemerintah baik provinsi, pusat, kementrian, Badan Pengelola Perbatasan, Kementerian Daerah Tertinggal akan memberikan bantuan,” ujarnya.Pembebasan lahan mandeg karena adanya sejumlah peraturan yang membuat Pemerintah Kabupaten Nunukan harus berhati-hati saat akan membebaskan lahan bandara.

“Dengan adanya lima hektare kebawah kemudian tinggal hanya dua hektar, maka kita tetap menggunakan jasa penilai, sehingga betul – betul didalam menetapkan harga itu sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.Selain mengembangkan Bandara Nunukan di Pulau Nunukan, Pemerintah Kabupaten Nunukan berencana mengusulkan pembangunan sejumlah bandara perintis seperti di Kecamatan Sebuku.

“Cuma dari pesawatnya kita masih adakan lobi dan nego sekalian. Karena memang untuk masyarakatnya yang pergi dan pulang itu yang harus diperhitungkan. Karena bagaimanapun juga agen penerbangan ini berhitung profit,” ujarnya.Jangan sampai, kata Petrus, setelah bandara dibangun dengan biaya besar justru tidak ada pesawat yang melayani rute dimaksud.Dia mencontohkan, Pemerintah Kabupaten Nunukan sudah menawarkan kepada maskapai penerbangan Kalstar untuk melayani rute Nunukan-Long Bawan. Namun untuk menerima tawaran dimaksud, pihak maskapai mesti berhitung bisnis dengan memperhitungkan jumlah penumpang yang menggunakan jasa penerbangan tersebut.“Sepanjang itu belum menjamin akan ada keuntungan yang memadai, yah sepanjang itu juga mereka tidak mau melakukan penerbangan,” ujarnya.

tribunnews

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: