Bandara Palembang Maksimalkan Alat Pemecah Kabut Asap

7 Nov

djb

Bandara Sultan Mahmud Baddarudin II, Palembang, Sumatera Utara, masih diselimuti kabut asap pada Kamis, 6 November 2014. Otoritas bandara pun memaksimalkan alat pemecah kabut asap atau ground mist generator yang dipasang sebanyak sembilan unit di landasan pacu.

Selain itu, bandara memaksimalkan sistem pemandu pendaratan pesawat terbang atau instrument landing system agar pesawat dapat mendarat dengan sempurna meski landasan pacu tertutup kabut asap.Aktivitas bandara internasional itu berjalan normal pada hari ini. Jarak pandang masih cukup jauh, berkisar 1.000 meter hingga 1.200 meter.

Kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di Sumatera Selatan masih terjadi hingga hari ini. Upaya pemadam melalui modifikasi cuaca untuk membuat hujan buatan terkendala belum ada awan-awan hujan.
Modifikasi cuaca yang dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) belum optimal menurunkan hujan di kawasan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), meski di daerah-daerah lain di Sumsel sudah mulai hujan dengan intensitas yang ringan.

Koordinator Lapangan TMC BPPT, Sutrisno, mengatakan, partikel-partikel asap yang masih banyak di OKI mempersulit tumbuhnya awan hujan di daerah itu. Tapi, upaya itu tetap dilakukan. Tim kembali mendapatkan bantuan pesawat hercules dari TNI Angkatan Udara untuk menyemai garam di wilayah udara Sumatera Selatan.

Berdasarkan citra satelit Terra–Aqua yang digunakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, per 6 November 2014, sebaran titik panas di Sumsel sebanyak 26 titik. Semuanya terpusat di empat kecamatan di Kabupaten OKI yang memiliki lahan gambut dalam jumlah terbanyak.

m.news.viva

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: