Musibah Air Asia, Diduga Ada Pelanggaran Prosedur

3 Jan

QZ

Ada dugaan baru seputar kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501. Berdasarkan penelusuran Tempo, setidaknya tiga kejanggalan muncul dalam tragedi di rute Surabaya-Singapura itu. Kejanggalan itu mengarah pada dugaan pelanggaran prosedur.

Kejanggalan itu menyangkut tidak diambilnya dokumen cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga komunikasi pilot dengan menara pengawas udara (ATC).

Kepala BMKG Andi Eka Sakya dalam suratnya yang ditujukan kepada Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pada 31 Desember menyebut, “AirAsia baru mengambil bahan informasi cuaca pada jam 07.00 WIB sesudah terjadi lost contact QZ8501 dan bukan sebelum take off.” Data cuaca itu merupakan bagian dari prosedur standar penerbangan internasional yang tak boleh dilewatkan.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Juanda Bambang Setiajid membenarkan soal keterlambatan Air Asia QZ8501 tersebut. Dalam catatan log book BMKG yang diterima Tempo dari seorang pejabat di pemerintahan itu, tak ada catatan pengambilan dokumen cuaca yang seharusnya diambil pada dua atau satu jam sebelum terbang pada pukul 05.36.

Kejanggalan lain terkait dengan dokumen keselamatan penerbangan. Asosiasi penerbangan Eropa pada awal Desember lalu menerbitkan peringatan agar pilot Airbus model 320 diwajibkan mempelajari petunjuk manual yang dikeluarkan perusahaan asal Eropa ini. Direktur Keselamatan Penerbangan Air Navigation Wisnu Darjono mengatakan tak yakin pilot Air Asia sempat membawa buku panduan terbaru tersebut. “Normalnya itu dibawa pilot,” kata dia.

Panduan tersebut, kata Wisnu, mestinya langsung diadopsi seluruh maskapai yang menggunakan pesawat jenis yang dimaksud. Panduan itu juga akan diadopsi oleh Kementerian Perhubungan sebagai panduan operasi penerbangan. “Saya belum tahu apakah itu sudah masuk dalam regulasi. Saya rasa belum,” ujarnya.

Keganjilan lain terkait dengan percakapan pilot Irianto dengan petugas Air Traffic Control ketika meminta izin menggeser rute terbang dan naik ke ketinggian 38 ribu kaki pada pukul 06.12. Wisnu mengatakan pilot tak menyebutkan soal cuaca dalam permintaan itu. Tapi pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Djoko Murjatmojo dalam jumpa pers 28 Desember lalu, mengatakan, “Pilot meminta geser ke kiri untuk menghindari awan.”

Pihak Air Asia belum memberi konfirmasi ihwal absennya dokumen cuaca dan keselamatan dalam penerbangan Air Asia QZ8501. Presiden Direktur Air Asia Indonesia Sunu Widyatmo kotak menjawab telepon ketika dihubungi kemarin.

sumber :tempo.co

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: