Tag Archives: airport tax

Beli Tiket Pesawat Domestik Kini Termasuk Pajak Bandara

2 Jan

airpot

Pemesanan tiket penerbangan domestik per 1 Januari 2015 sudah termasuk dengan pajak bandara atau passenger service charge.”Program tersebut akan memudahkan penumpang dan mengurangi adanya check point sebelum mereka terbang,” kata Co-General Manajer PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, I Gusti Ngurah Ardita di Denpasar, Jumat (2/1/2014).

Dia menjelaskan kebijakan itu hanya berlaku bagi rute maskapai penerbangan domestik.Kebijakan itu terhitung mulai 1 Januari 2015 untuk reservasi tiket pesawat akan digabungkan dengan biaya passenger service charge(PSC) pada tiket masing-masing maskapai penerbangan domestik itu.

“Namun pemesanan mulai Januari 2015 itu baru bisa diimplementasikan untuk penggabungan PSC pada tiket mulai Maret 2015 dan seterusnya,” katanya.Untuk diketahui, PSC untuk penumpang rute domestik, lanjut Ardita, di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai dikenakan biaya sebesar Rp75.000 sedangkan untuk penumpang rute internasional dikenakan biaya Rp200.000.Program serupa juga akan dilakukan di Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo. Staf Humas Bandara Juanda Surya Eka mengatakan penyatuan PSC pada reservasi tiket per 1 Januari berlaku untuk penerbangan Maret.

semarang.bisnis

Ini syarat Garuda satukan kembali airport tax dengan harga tiket

8 Nov

ga ruda

Garuda Indonesia menegaskan siap kembali menggabungkan passenger service charge (PSC) atau yang lebih dikenal dengan sebutan, airport tax ke dalam harga tiket. Tetapi, perseroan memberikan syarat Kementerian Perhubungan, Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II serta Bandara Unit Pelayanan Teknis sudah menerapkan sistem airport tax sesuai standar global.

Direktur Pemasaran Garuda Indonesia Erik Meijer mengatakan, selama dua tahun ini perseroan harus menanggung kerugian mencapai Rp 2,6 miliar per bulannya lantaran penggabungan airport tax dengan harga tiket. “Harapan saya, bisa segera dihidupkan kembali tapi sesuai dengan standar global,” ujarnya di Restoran Kembang Goela, Jakarta, Kamis (6/11).

Diakuinya setelah kembali dipisahkan antara airport tax dengan harga tiket, ada keluhan dari para penumpang lantaran tidak mempermudah layanan. “Kenyamanan konsumen tentunya terganggu ya, jadi konsumen minta balikin lagi, tapi kami rugi finansial.”

Perseroan, lanjut dia, tengah berupaya kembali menggabungkan airport tax ke dalam harga tiket. Terutama untuk mengatasi kerugian akibat penggabungan ini. “Diskusi sudah dimulai, dan menteri baru ikut mendorong,” ungkapnya.Selain itu, perseroan tengah melakukan upaya agar penumpang kelas bisnis tidak menurun. Setelah adanya instruksi pemerintah untuk melakukan penghematan, salah satunya tidak menggunakan layanan bisnis maskapai.

Perseroan, lanjut Erik, tidak bisa langsung mengubah konfigurasi pesawat atau menambah pesawat yang hanya melayani kelas ekonomi. “Tidak segampang itu, jadi pesawat itu apapun perubahan harus melalui proses sertifikasi internasional, karena semua terkait keselamatan penerbangan,” ujarnya.

merdeka

Tak gabungkan airport tax, maskapai bakal sulit buka rute baru

6 Okt

pswttt

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan hingga kini masih menggodok kebijakan terkait penggabungan biaya passenger services charge (PSC) atau airport tax ke dalam harga tiket. Saat ini pemerintah tengah mencari sistem yang dapat mengintegrasikan tarif airport tax seluruh bandara.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menuturkan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan sejumlah maskapai serta operator bandara.”Dicari cara yang paling tepat untuk sistem integratornya. Kita akan mulai di bandara yang besar-besar dulu,” ujar Bambang usai menghadiri peresmian Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (2/10).

Bambang menambahkan pihaknya tidak memberikan sanksi kepada sejumlah maskapai yang masih enggan menggabungkan airport tax di dalam harga tiket.”Kalau perundang-undangan ternyata enggak ada klausul teguran. Karena ini lebih ke bisnis to bisnis, dianggap lebih meningkatkan pelayanan penumpang,” ucapnya.

Namun, lanjutnya, pemerintah tak habis akal. ‘Pemaksaan’ akan dilakukan dengan mempersulit pembukaan rute baru bagi maskapai yang tidak menggabungkan airport tax ke dalam tiket.”Kalau mereka ini enggak sanggup, bagaimana nanti mereka mau buka rute baru, itu nanti yang akan menjadi salah satu pertimbangan dan dikaitkan di situ,” ujarnya.

Sebelumnya, Garuda Indonesia membatalkan penggabungan tarif airport tax ke dalam tiket. Maskapai pelat merah tersebut mengaku rugi Rp 2,2 miliar per bulan akibat layanan ini. Garuda Indonesia berjanji akan kembali menerapkan layanan ini jika sudah diikuti oleh seluruh maskapai di Indonesia.

merdeka.com

Airport Tax 3 Bandara Ini Direncanakan Naik 1 Mei 2014

23 Apr

Image

PT Angkasa Pura II (AP II) selaku pengelola bandara di Indonesia barat, berencana menaikkan tarif baru passenger service charge (PSC) atau lebih dikenal airport tax untuk 3 bandara yang dikelolanya mulai 1 Mei 2014.Namun, Sekretaris Perusahaan AP II Daryanto mengatakan, kenaikan airport tax ini masih diproses di Kementerian Perhubungan.

“Ada 3 bandara baru. Kualanamu, Tanjung Pinang (Raja Haji Fisabilillah), dan Pekanbaru (Sultan Syarif Hasim) karena sudah mulai mengalami peningkatan kualitas. Hari ini prosesinya masih nunggu Kemenhub. Angka masih menunggu keputusan. Harapannya sih 100%,” ujar Daryanto di bandara Jambi, Selasa (22/4/2014).Daryanto mengatakan, airport tax di 3 bandara ini harus naik, sebab bila tidak dinaikkan, maka AP II akan rugi, karena sudah melakukan investasi yang besar. “Kita berharap 1 Mei naik,” jelas Daryanto.

Di tempat yang sama, Direktur Utama AP II Tri Sunoko mengatakan, untuk Bandara Kualanamu, dia berharap airport tax untuk penerbangan lokal naik menjadi Rp 50 ribu-Rp 60 ribu, dari tarif saat ini Rp 35 ribu. Sementara untuk bandara Tanjung Pinang dan Pekanbaru akan dinaikkan menjadi Rp 60 ribu. Bila tarif ini tidak naik, maka AP II mengatakan sulit berinvestasi. Tri mengatakan, kenaikan airport tax sudah masuk dalam kalkulasi perhitungan perusahaan dalam berinvestasi.

finance.detik

PJP2U Naik, Garuda Akan Tarik Kurang Bayar Secara Manual

29 Mar

    Image        

           Menyusul kenaikan tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U), maskapai penerbangan Garuda Indonesia akan menarik kurang bayar secara manual. Menurut Manager PT Garuda Indonesia Tbk Cabang Surabaya, Ari Suryanta harga tiket penerbangan maskapainya mencakup tarif PJP2U.Jadi, harga tiket yang dibeli beberapa bulan lalu menggunakan patokan tarif lama. “Kalau penerbangan dilakukan 1 April dan setelahnya dikenakan tarif baru, sehingga penumpang kekurangan bayar bila saat membeli tiket masih menggunakan tarif lama,” katanya seperti dilansir Bisnis.com.

           Seperti diketahui, passenger service charge / PJP2U di lima bandara utama, salah satunya Juanda akan naik per 1 April. Peraturan baru tersebut penumpang domestik dikenakan Rp 75.000 dan internasional Rp 200.000.Menurutnya, saat penumpang check in menjelang penerbangan, kurang bayar akan ditagih. Petugas di bandara akan menagih sebesar selisih tarif, semisal untuk domestik harus menambah Rp 35.000. “Selain menagih di bandara, city check in juga akan mengecek kurang bayar atau tidaknya tiket penumpang,” tambahnya.Ari menilai pemeriksaan manual atas kurang bayar passenger service charge bisa berlangsung hingga enam bulan ke depan. Meski rentang waktunya panjang, petugas pelayanan sudah mengetahui ketentuan tarif baru itu.

indo-aviation.com

AIRPORT TAX NAIK: Ini Tarif Domestik & Internasional Per 1 April 2014

28 Mar

Image

          PT Angkasa Pura I menaikkan tarif pelayanan jasa penumpang  pesawat udara (PJP2U) atau airport tax lima bandara berskala internasional yang dikelolanya per 1 April 2014.Kelima bandara tersebut yaitu Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (Bali), Bandara Internasional Juanda (Surabaya), Bandara Internasional Sepinggan (Balikpapan), Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (Makassar), dan Bandara Internasional Lombok Praya (Lombok).Corporate Secretary Angkasa Pura I, Farid Indra Nugraha, dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (27/3/2014), mengatakan kenaikan tarif berlaku untuk penerbangan dalam negeri dan luar negeri di lima bandara yang dikelolanya.

      Tarif baru PJP2U untuk bandara Bali, Surabaya, dan Balikpapan untuk penerbangan dalam negeri  Rp75 ribu dan untuk penerbangan luar negeri sebesar Rp200 ribu.Khusus penerbangan dalam negeri di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, tarif baru PJP2U ini baru akan berlaku per 1 Agustus 2014. Mengingat saat ini terminal domestik tersebut tengah dalam proses renovasi.  Sedang untuk bandara Makassar, tarif PJP2U untuk penerbangan dalam negeri  Rp50 ribu dan penerbangan luar negeri  Rp150 ribu. Sementara bandara Lombok, tarif PJP2U untuk penerbangan dalam negeri  Rp45 ribu dan untuk penerbangan luar negeri  Rp150 ribu.Penetapan tarif ini berdasarkan pada UU RI No 1/2009 tentang Penerbangan pasal 224 ayat (2).”Penyesuaian tarif PJP2U ini dilakukan sebagai upaya AP I dalam menjaga kualitas pelayanan kepada penumpang dan pengguna jasa bandara,” kata Farid.

      Tarif airport tax disesuaikan besarnya investasi untuk pembangunan dan pengembangan bandara seperti terminal internasional bandara Bali, Terminal 2 (T2) Bandara Juanda, terminal baru Bandara Sepinggan, dan lainnya. (Antara)

kabar24.com

Citilink Integrasikan Tiket dan Airport Tax

8 Feb

Image

Maskapai penerbangan nasional berbiaya murah (LCC) Citilink menerapkan kebijakan baru dalam hal passenger service charge (PSC) atau airport tax.Efektif sejak 1 Februari 2014 lalu, airport tax sudah termasuk di dalam harga tiket Citilink ke semua rute di semua bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura (AP) I dan AP II.

Chief Executive Officer PT Citilink Indonesia Arif Wibowo menuturkan, kebijakan PSC yang menjadi satu dengan tiket Citilink semakin memudahkan Citilinkers.
“Mereka tidak perlu antre di bandara-bandara yang dikelola oleh AP I dan AP II. Hal ini sesuai dengan nilai-nilai Citilink, yaitu simple, on time, dan convenient,” katanya belum lama ini.
Arif menambahkan, harga tiket Citilink (date of issue/DOI) mulai 1 Januari 2014, sudah termasuk passenger service charge (PSC).
Adapun untuk pengguna jasa penerbangan Citilink yang membeli tiket Citilink sebelum 1 Januari 2014 tetap akan membayar PSC atau airport tax di bandara yang dikelola oleh AP I dan AP II.

“Kami telah melakukan sosialisasi mengenai kebijakan baru ini di semua media sosial, situs resmi Citilink, seluruh bandara di Indonesia serta seluruh mitra-mitra agen perjalanan Citilink,” ujar Arif.
Hingga saat ini, Citilink mengoperasikan 24 armada Airbus A320 terbaru, dua di antaranya jenis Sharklets atau bersayap model sirip hiu.Seluruh armada tersebut adalah untuk melayani 28 rute domestik di 22 kota tujuan ke berbagai kota di wilayah Indonesia setiap harinya.
Citilink telah menerbangkan 8 juta penumpang sejak pertengahan 2012 hingga akhir 2013. Hingga Januari 2014, Citilink mencatat tingkat keterisian pesawat hingga 85% dengan tingkat ketepatan waktu (OTP) mencapai 87%.

inilahkoran.com